Langsung ke konten utama

TEKS ANEKDOT


Kelompok Jenderal Sudirman (X IPS 3)
Nickolas Candra/17
Ambar Listyaningsih/02
Brigita Amanda Vera/03

Tema : Pemerintahan



DIALOG
Kenaikan Harga BBM

Pada suatu hari di sebuah pom bensin.

Pembeli         : “Mas, harga bensin satu liter berapa?”
Petugas Pom : “ Harganya sembilan ribu rupiah, Mas”

Sang pembeli pun kaget karena harga bensin tidak seperti sebelumnya.

Pembeli         : “Loh, kok harganya sudah naik lagi sih Mas? Memangnya   
                          kebutuhan masyarakat hanya untuk membeli bensin saja?”   
                          (sambil menatap petugas dengan kesal).

Petugas Pom : “Jangan salahkan saya. Saya tidak tahu apa apa, itu sudah  
                         keputusan dari pemerintah.”

Pembeli         : “Ya sudah saya tidak jadi beli.”
Petugas Pom : “Apa maksud Anda datang kemari hanya untuk menanyakan
                         hal itu lalu tidak jadi membeli bensin?”

Tanpa menghiraukan sang petugas, pembeli pun langsung pergi meninggalkan pom bensin.





NARASI
Kenaikan Harga BBM

Pada suatu hari di sebuah pom bensin, terlihat seorang pembeli hendak membeli bensin. Sebelum membeli bensin, sang pembeli menanyakan harga bensin di pom tersebut. Kemudian si petugas menjawab, bahwa harga bensin di pom tersebut Sembilan ribu rupiah. Sang pembeli pun kaget karena harga bensin tidak seperti sebelumnya. “Loh, kok harganya sudah naik lagi sih Mas? Memangnya kebutuhan masyarakat hanya untuk membeli bensin saja?” (sambil menatap petugas dengan kesal). Kemudian petugas pun menjawab perkataan sang pembeli, “Jangan salahkan saya. Saya tidak tahu apa apa, itu sudah keputusan dari pemerintah.” Karena kesal, si pembeli pun tidak jadi membeli bensin. Petugas pun lalu berkata “Apa maksud Anda datang kemari hanya untuk menanyakan hal itu lalu tidak jadi beli bensin?” Tanpa menghiraukan sang petugas, pembeli pun langsung pergi meninggalkan pom bensin.





Komentar